sorry, i’ve moved on…

assalamu’alaykum wr wb

blog ini memiliki sejarah yang panjang… *ceileh… tongue*
tapi.. karena domainnya gratisan… (dibuatin orang pula rolling on the floor)
sekarang blogku banyak iklannya gini..
ngganggu sih,,,makanya itu… aku putuskan untuk pindah ke alamat yang lain..

monggo dikunjungi di
http://mengejacinta.blogspot.com/
updating blog akan diposting disitu…

sedih memang kalo ninggalin blog ini.
but, ini demi kenyamanan bersama.. hhehe

wassalamu’alaykum wr wb

regards,
susie Ncuss

menjadi wanita agung dengan maharmu

bismillah…
sedang ingin menulis tentang ini.
topik yang akan selalu menjadi bagian dari tema yg banyak dibicarakan oleh teman-teman di sekitarku.

apakah dia?
yaitu mahar.
heheheh *mohon maaf, aku pengen ketawa dulu*
aku nulis ini karena tergelitik dengan respon orang yang membaca status(YM)ku kemarin.
respon yg wajar, dan menurutku malah agak “lucu”. ga perlu dibahas lah ya tentang status YM dan respon itu. ga penting.

oke, mari kita kupas sedikit mengenai mahar.

setauku, mahar adalah hak calon mempelai wanita ketika akan dinikahi seorang laki-laki.
dan untuk batas minimal dan maksimal nilai mahar yg diminta oleh akhwat(baca: wanita) itu tidak ada batasannya.
yang penting, kedua belah pihak ridho akan hal tersebut.

aku… kagum dengan shahabiyah yang maharnya ringan…

a. sepasang sandal
Dari Amir bin Robi`ah bahwa seorang wanita dari bani Fazarah menikah dengan mas kawin sepasang sendal. Lalu Rasulullah SAW bertanya,
“Relakah kau dinikahi jiwa dan hartamu dengan sepasang sendal ini? Dia menjawab “Rela”. Maka Rasulullah pun membolehkannya (HR. Ahmad 3/445, Tirmidzi 113, Ibnu madjah 1888).
b. Hafalan Quran
Dari Sahal bin Sa`ad bahwa nabi SAW didatangi seorang wanita yang berkata “Ya Rasulullah kuserahkan diriku untukmu”,
Wanita itu berdiri lama lalu berdirilah seorang laki-laki yang berkata, “Ya Rasulullah kawinkan dengan aku saja jika kamu tidak ingin menikahinya”.
Rasulullah berkata “Punyakah kamu sesuatu untuk dijadikan mahar? dia berkata “Tidak kecuali hanya sarungku ini”
Nabi menjawab “bila kau berikan sarungmu itu maka kau tidak akan punya sarung lagi, carilah sesuatu”. Dia berkata “aku tidak mendapatkan sesuatupun”.
Rasulullah berkata ” Carilah walau cincin dari besi”. Dia mencarinya lagi dan tidak juga mendapatkan apa-apa. Lalu Nabi berkata lagi “Apakah kamu menghafal qur`an?”.
Dia menjawab “Ya surat ini dan itu” sambil menyebutkan surat yang dihafalnya.
Berkatalah Nabi “Aku telah menikahkan kalian berdua dengan mahar hafalan qur`anmu” (HR Bukhori Muslim).
Dalam beberapa riwayat yang shahih disebutkan bahwa beliau bersabda ” Ajarilah dia al-qur`an”. Dalam riwayat Abu Hurairah disebutkan bahwa jumlah ayat yang diajarkannya itu adalah 20 ayat.
c.Tidak Dalam Bentuk Apa-apa.
ada suatu kisah yang sangat dikenal yaitu mahar pernikahan adalah keislaman calon suami.
siapakah wanita mulia itu?
Dari Anas bahwa Aba Tholhah meminang Ummu Sulaim lalu Ummu Sulaim berkata “Demi Allah, lelaki sepertimu tidak mungkin ditolak lamarannya, sayangnya kamu kafir sedangkan saya muslimah. Tidak halal bagiku untuk menikah denganmu. Tapi kalau kamu masuk Islam, keislamanmu bisa menjadi mahar untukku. Aku tidak akan menuntut lainnya”. Maka jadilah keislaman Abu Tholhah sebagai mahar dalam pernikahannya itu. (HR Nasa`ih 6/ 114).

namun, Tak seorangpun yang berhak menghalangi keinginan wanita itu bila dia menginginkan mahar yang mahal.
Bahkan ketika Umar Bin Khattab Ra berinisiatif memberikan batas maksimal untuk masalah mahar saat beliau bicara diatas mimbar. Beliau menyebutkan maksimal mahar itu adalah 400 dirham. Namun segera saja dia menerima protes dari para wanita dan memperingatkannya dengan sebuah ayat qur`an.
Sehingga Umar pun tersentak kaget dan berkata “Allahumma afwan, ternyata orang -orang lebih faqih dari Umar”.
Kemudian Umar kembali naik mimbar “Sebelumnya aku melarang kalian untuk menerima mahar lebih dari 400 dirham, sekarang silahkan lakukan sekehendak anda”.

akan tetapi… (banyak amat ya namun dan tetapinya. hehe ^^v)
ingat hadits ini
“Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih)
karena aku yang kurang bagus ibadahnya, tilawahnya masih belum bagus…, QLnya masih belum bisa 12 rakaat, kadang lalai ketiduran abis subuh,
modal untuk menjadi wanita agung sangatlah sedikit…
keberadaan hadits ini sangatlah menenangkan…
karena… menjadi wanita yang agung itu mudah ya?
ringankan mahar… itu saja…
kemudian jadilah istri yang baik di mata suami *sotoi deh aye. padahal aye juga blum nikah.hehe tongue*

kalau aku pribadi,
aku ga mikirin maharku (nanti) itu apa. maksudku,,, hal itu “bukan” sesuatu yang “urgent”.
bahkan waktu aku lagi mupeng sama mushaf utsmani yang ada terjemahan bahasa indonesianya, aku rasa tak masalah kalau maharku cuman itu doang.hehe
so, terserah maharnya apaan… *tapi kalo dibilang terserah mah kayaknya jadi makin susah ya yg nyari? kasian deh sang ikhwan :) ) rolling on the floor*
percayalah padaku bahwa hadits tadi sangat ingin ku laksanakan :)

bagiku, keberanian seseorang untuk datang ke orang tuaku adalah sesuatu yang paling bernilai.
karena menurutku hal itulah yang membedakannya dengan laki-laki lain

*ceileh.. hehe. ijinkan aku untuk tertawa, karena aku agak geli waktu nulis ini. tapi aku serius lho…*

dan…
“Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya.” (HR. Ashhabus Sunan)

terima kasih atas infonya wahai para sumber
sumber satu
sumber dua

maaf…

bismillah….

ramadhan tinggal sehasta….
degup jantung berdebar menantikan hilal di ufuk barat
akankah takdirku masih bersilangan dengan bulan cahaya itu?
sedang usia hanya Ia yang Maha Tahu

aku…
mohon maaf atas khilaf yang sering kali ku lakukan, disadari atau pun tidak…
aku… sungguh ingin Sekali menghampiri kalian satu per satu..
meminta maaf,,,
atas segala khilaf… :(

aku… minta maaf…
semoga kita,,, dipertemukan dengan Ramadhan,
untuk menyuci bersih jutaan titik dosa yang berceceran di hati
aamiin.
^^

empat penyakit hati

bismillah…
assalamu’alaykum wr wb…
subhanallah… sudah lama tidak mengunjungi blog ini. sibuk dengan blogku yang lain. mohon maaf ya blogku sayang.. *peluk*
dan wow… ternyata sebentar lagi ramadhan tiba…
aku merasa sangat takut akan usia yang aku tak tau apakah bisa sampai ke sana atau tidak.
semoga mendapatkan hadiah itu lagi tahun ini. aamiin.

kali ini saya akan berbagi taujih yang saya dapatkan pekan lalu. semoga bermanfaat ^^

empat penyakit yang perlu dihindari (apalagi menjelang ramadhan yang suci ini)
1. hati yang tidak khusyu’
yaitu hati yang liar dan tidak mampu diberikan nasihat. mengalahkan kerasnya sebongkah batu yang akan lapuk ketika ditetesi air.
kemudian, apa indikator hati yang khusyu’?
@ mudah menerima nasihat
@ cepat menerima taujih -> fokus mengoreksi diri sendiri ketika mendapatkan taujih.
tidak sibuk menerka2 taujih tersebut untuk si anu, si itu, si ini. tujukan semua taujih yang terdengar untuk diri sendiri.
@ mudah tersentuh oleh ayat-ayat Al Qur’an

2. sulit diajak ibadah
berapa banyak ilmu yang kita miliki, saudaraku?
kemudian bandingkan dengan apa yang sudah kita praktekkan.
apakah perbedaannya melebihi kesenjaganan sosial yang terjadi di negara kita? >,<
jangan sampai ilmu yang dimiliki menjadi tidak bermanfaat karena implementasinya NOL.

3. doa yang tidak didengar
Allah memerintahkan kita untuk berdoa kepadaNYa.
“Berdoalah niscaya aku akan mengabulkannya”
salah satu penyebab tidak dikabulkannya doa adalah banyak bermaksiat.
ketika belum dikabulkan… jadikan wasilah untuk bersabar serta mengoreksi diri.
just believe that Allah swt will always give us more than what we ask

4. nafsu yang tidak pernah puas
ada dua hal yang melemahkan manusia : cinta dunia dan takut mati dan disebut sebagai Wahn.
tak pernah terpuaskan dengan dunia… pasti menyebabkan manusia tersebut takut mati.

yupz..
itu adalah sedikit yang bisa ku bagikan kepada teman-teman semuanya.
semoga kita semua selalu terjaga di koridor kebaikan. aamiin.

marhaban ya Ramadhan…

Abraham maslow vs Ibrahim as

bismillah

inspirasi berharga pagi ini dari dr. Hilmi


masih ingat dengan gambar ini?
hirarki yang mengajarkan kita bahwa hal yang HARUS dipenuhi TERLEBIH DAHULU adalah FISIK [makanan, minuman, dan pakaian].

doktrin yang dikonsumsi sejak sekolah hingga kuliah dan secara tidak sadar membuat pola tersendiri dalam otak kita bahwa prioritas dalam hidup adalah materi, materi, dan materi. yang lainnya menjadi nomer ke sekian.
oleh karena itu, wajarlah jika manusia sekarang cenderung MATERIALISTIS.
banyak orang yang stuck di level “basic needs” atau di “safety needs” sehingga kepekaan sosial terhadap lingkungan sangat-sangat rendah. bisa dilihat bagaimana dampaknya sekarang: kesenjangan sosial yang nyata terlihat.
atau mungkin ada pula yang bisa melampaui itu namun terjebak di level “self esteem”
merasa bangga ketika dihormati sebagai seorang tokoh. bangga akan pencapaian diri dan akhirnya lupa akan hal yang lebih esensial.
kalau sudah begitu, bagaimana mungkin aktualisasi diri tercapai?

coba kita bandingkan dengan konsep yang dibawa bapak para nabi: Ibrahim as
konsep yang dia bawa adalah haji:
1. wukuf
2. melempar jumrah
3. thawaf
4. sa’i
5. minum air zamzam

konsep ini berbanding terbalik dengan apa yang dibawa oleh abraham.
hal mendasar yang harus dipenuhi terlebih dahulu adalah spiritual.
yaitu bagaimana interaksi kita kepada Alloh SWT. karena sehebat apapun manusia, ia tak akan pernah bisa lepas dari Tuhannya.
kemudian dilanjutkan dengna penghargaan terhadap diri kita dengan menghilangkan semua hal negatif.
berlanjut dengan meningkatkan hubungan sosial kita [lihat bagaimana thawaf terjadi, semua ras berkumpul menjadi satu. tak ada perbedaan], kemudian mencari keamanan dengan selalu berusaha seoptimal mungkin. dan kemudianyang terakhir adalah materi.
subhanalloh…
lihat bagaimana millah Ibrahim membeirkan pedoman sempurna untuk memperkokoh hubungan vertikal anatara manusia dengan Tuhan dan juga menjaga keseimbangan hubungan antar manusia.
dan bandingkan dengan pandangan sekuler yang mengedepankan materi yang diwakili oleh Maslow.

wallahu a’lam bish shawwab

matraman, 20 mei 2011
thanks to dr. hilmi atas tausiyahnya pagi ini.

sumber gambar 1

tabayun : sebuah seni berbicara

bismillah

“alhamdulillah…”
segera ucapkan kata itu ketika ada saudara kita yang sudi tabayun.
karena itu adalah bentuk dari sebuah kasih sayang.
yap, saya pun mengucapkan kata itu dengan begitu ikhlas ketika sms berbentuk permintaan tabayun itu menggetarkan henpon saya

tabayun,,,
sebuah kata yang terlihat begitu sarat dengan nilai2 ukhuwah,
dan bertujuan positif: mencari penjelasan atas beberapa kejanggalan di mata saudara yang lain
sering kali membutuhkan seni dan cara menempatkan diri terhadap orang yang di-tabayun-i
kebetulan ketika itu sang pen-tabayun sudah saya kenal dengan baik
jadi, proses tabayun pun relatif lebih lancar.
bahkan santai.
pertama karena memang sudah kenal
kedua karena perkara yang di-tabayun-kan adalah sesuatu yang biasa saja, hanya karena dilihat di waktu yang “tidak tepat” saja
terkadang suatu hal yang biasa akan menjadi begitu luar biasa ketika dilihat pada waktu yang tidak tepat dan orang yang salah
untunglah, alhamdulillah, yang kemarin melihat saya cukup bijak dalam menilai sesuatu.
jadi, proses tabayun tidak terkotori dengan prasangka yang akan menghancurkan makna dari tabayun itu sendiri

oya, saya jadi teringat dengan pengalaman ketika di kampus
banyak… banyak masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara yang lebih elegan
namun malah berkembang menjadi masalah besar yang melibatkan banyak orang.
masalahnya apa?
itu tadi..
proses tabayun yang tidak oke.
tabrak sana-sini.
mencari info dengan membabi buta.
korek kanankiri.
bahkan seringkali jadi kasakkusuk di kalangan tertentu.
dan semakin tidak elegan ketika kelompok tertentu tadi membicarakan hal tsb dgn “kode2″ tertentu di beberapa orang yang lain
pasti, orang lain itu akan “tertarik” dan bertanya2.
what happened aya naon?
terus terang, saya pun kurang suka [bahkan sangat tidak suka] jika saya terlibat dalam suatu masalah [ini misal]
dan kemudian malah dijadikan bahan ghibah yang judulnya “mencari solusi” .

ah, kadang…
tak ada yang mau memunguti keping pembelajaran yang terserak

:(

Related Posts with Thumbnails